mother how are you today? 

Pagi ini my mother kelihatan letih dan lemah, tidak beranjak dari ranjang tidurnya. Tidak seperti biasanya yang sibuk didapur menyiapkan ‘bekel’ untuk makan siang saya dikantor dan membuatkan teh manis.

Pasti sesuatu sedang terjadi padanya, saya buka pintu kamar tidurnya dan ternyata my mom masih nyenyak tidur. Karena semalam baru hemodialisa dan agak lemah maka pagi ini rasa itu mungkin masih ada. Teringat dengan susu yang biasa diminumnya, maka saya segera membuatkan susu untuknya upss…. tinggal satu sachet, harus dipesan lagi.

Sambil mengocokkan susu saya pandangi wajahnya yang masih pulas diranjang. Selesai, saya pun colek sedikit saja tangannya dan wajah tua namun tetap cantik inipun terbangun. Lalu saya berikan minuman susunya sambil bertanya “kenapa ma? pusing?” Kemudian my mom menjawab “perut mama panas…”

Sempat bingung, tapi saya katakan “ya sudah minum susunya dulu…”

Berat hati untuk tinggalkan my mom dirumah tiap pagi kalau keadaannya seperti ini, tapi hidup harus saya jalani untuk bekerja dan beraktivitas. Hanya doa yang saya tinggalkan untuknya “tuhan pelihara dan jagai mama saya, pagi hingga saya pulang nanti, biar tuhan saja yang menemani dan  menghiburnya…”

Tidak ada kekuatan apapun yang saya punya, tidak ada harta benda pula yang saya miliki, hanya berserah saja pada tuhan karena Dia yang pegang hari ini, bahkan setiap hari…  Hari-hari my mom lebih banyak seorang diri dirumah, sedangkan soulmate beliau sudah lama pergi kembali ke rumah Bapa di sorga.  Semangat hidupnya tinggi, terkadang saya iri padanya, mengapa tidak ? diabetes yang dialami bertahun-tahun dilaluinya dengan happy saja, meskipun berkali-kali keluar masuk rumah sakit. Dan kini, ginjalnya pun sudah menurun fungsinya dan akhirnya mengharuskannya untuk hemodialisa (cuci darah). Tapi tetap semangat hidupnya sangat tinggi.

My mom, jenaka dan uniq.  Meski dirumah terkadang kami sering beda pendapat tapi sepertinya kalau diantara kami tidak ada, rasa kehilangan itu terasa.  Begitu dalam ikatan kami, anak-ibu  jadi tiap kali beliau dirawat maka sayalah yang selalu menjaganya diwaktu malam. Puas dan bangga bisa temani my mom… padahal lucu, kami sering debat kusir yang ujungnya biasanya…… hehehe  salah satu “ngambek” mungkin itulah ciri kedekatan diantara kami, kadang kami berdua seperti layaknya teman, bercerita dari A sampai Z, bahkan pernah saya bercerita, sanking asyiknya saya bercerita tanpa saya sadari ternyata mama saya tertidur pulas….. oh my god… apakah cerita saya sudah seperti dongeng baginya seperti mendongengkan seorang anak kecil?  Hati rasanya sebel karena sudah bercerita panjang lebar namun tidak didengarnya, tapi melihat pulas tidurnya yang agak mendengkur….. rasanya mau ngakak tertawa…..

My mom punya rasa sosial yang sangat tinggi, beliau sangat peka untuk hal-hal yang simple dan sederhana. Bahkan dengan hal yang jarang terpikirkan oleh orang lain, ia mampu memikirkannya. Bila menoleh kebelakang lagi dimasa kami kanak-kanak, my mom lah orang paling T-O-P  B-G-T alias TOP BANGET. Mengapa tidak ? my mom ikut turut membanting tulang membiayai kami sekolah   bahkan sampai kuliah. Tiap kali bangun pagi membuat pesanan kue, wuih…. gigihnya tak tertandingi. Figur mother yang mandiri dan tangguh.  Orang bijak berkata “barangsiapa yang menabur dengan bercucuran air mata, maka ia akan menuai dengan sorak-sorai..”  benar sekali, bila dulu saya kembali mengingatnya maka saat inilah waktu bagi my mom untuk menuai, oleh sebab itu ingin rasanya memberikan apa saja yang dia mau dan inginkan. Hanya saja…. hmmmm  saya memiliki keterbatasan. Jadi hanya pengabdian saja lah yang layak saya berikan untuk nya.

Jika kami berkumpul, my mom dikelilingi oleh 5 pangeran yang ganteng-ganteng yang saling berebut untuk mencari perhatiannya tapi juga yang berlomba untuk memperhatikannya, mereka adalah cucu-cucu nya. Kalau sudah berkumpul ramai sekali pangeran-pangeran kecil ini, Ivan Ramses, Ranggi Alvian, Gery Yerikho, Ronaldo Andreas Febrito dan Niki Samuel Juanito berseru “opung…opung…opung…”  ya… sayangnya belum ada cucu perempuan,  kalau ada… wah sudah saya bayangkan, pasti sudah dibelikan ini dan itu oleh my mom…..

Hmm…. pikiran saya jadi melayang sembari menikmati kemacetan lalu lintas menuju kantor, dan tidak terasa pukul 7.45 wib saya sudah tiba di parkiran kantor.  Menuju  PH-1 floors dibilangan perkantoran di selatan kota jakarta, tiba di meja kerja, menyalakan komputer dan mendengarkan www.mgradio.org  menunggu renungan pagi bersama Bigman Sirait, saya tuangkan tulisan ini.

mother how are you today? selamat beraktivitas…..